Momentum dalam memperingati hari jadi Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan ke 58, bersamaan ddengan pengukuhan Cadet, dijadikan untuk persiapan menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. “Pada era kemajuan industry sangat berpengaruh terhadap karakteristik pekerjaan yang ada saat ini, focus kepada ketrampilan dan kompetensi terhadap mutu lulusan Ami menjadi hal pokok yang perlu,” ujar Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Dr. Yuris Danilwan, SE., M.Si, pada saat menyampaikan kata sambutan acara pengukuhan Kadet Prala Jurusan Nautika dan Teknika, Sabtu (24/11) di Kampus AMI Medan Jalan Brigjend Bejo/Pertempuran Pulo Brayan Medan.

Dikatakan Yuris, revolusi industry saat ini adalah integrase pemanfaatan tekbologi dan internet yang begitu canggih dan masih juga sangat mempengaruhi adanya perubahan prilaku dunia usaha pelayaran serta dunia industry, prilaku masyarakat dan konsumen pada umumnya. “Revolusi industry 4.0 adalah kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah”.

Karenanya perlu persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif seperti, penyesuaian kurikulum pembelajaran,  dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technologi (OP) dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan AMI Medan yang kompetitif dan terampil, terutama dalam aspek data literacy, technological literacy dan human literacy.

Revitalisasi dan Resposisi AMI dalam hal kebijakan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsive terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi sangat dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber Akademi, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan taruna.

Selain itu persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti, serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Juga peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset dan inovasi juga perlu dilakukan untukmenopang kualitas pendidikan, riset dan inovasi.

Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.Si mengatakan, menyahuti tantangan revolusi industri 4.0 ini AMI Medan telah melakukan Ujian Keahlian Pelaut (UKP) secara mandiri berbasis computer atau Computer Based Assesment (CBA).

Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di akademi kelautan. “Ini merupakan babak baru bagi AMI Medan yang merupakan akademi maritime swasta satu-satunya di Pulau Sumatera yang sudah memperoleh approval dari Dirjen Perhubungan Laut sebagai penyelenggara pendidikan kelautan,” kata Capt Dafid Ginting.

Dikatakan Dafid Ginting, proses UKP mandiri dengan sistem CBA ini adalah pertama digelar di kampus AMI Medan yang selama ini dilakukan oleh Dewan Penguji Keahlian Pelaut (DPKP) di Jakarta. Dengan sistem ujian berbasis CBA, proses UKP berjalan lebih cepat dan efisien. Karena semua sudah sistem komputerisasi. (sugiatmo)