AMI MEDAN TELAH MILIKI STCW 2010


Auditor dari Jakarta Hotma, menyebutkan Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan sebagai satu-satunya Akademi Maritim Swasta di Pulau Sumatera cukup baik sarana maupun prasarananya dan telah memiliki standar sesuai Standar Training Certification and Watch Keeping (STCW) 2010.

Hotma, mengemukakan itu, Jumat (12/5) di Kampus AMI Medan, Pulo Brayan Kota, di sela-sela pelaksanaan audit. Disebutkannya, dengan adanya audit ini ternyata AMI Medan cukup baik, baik dari segi sarana maupun prasarananya, termasuk siswanya.

“Kami telah melakukan audit terhadap AMI Medan sejak Rabu lalu dan cukup baik setelah kita melihat langsung sarana dan prasarananya. Dengan adanya audit ini, diharapkan agar kedepan lebih baik lagi. Jika masih ada yang kurang baik kita perbaiki,” ujar Hotma.

Hotma, juga mengemukakan, sarana dan prasarana AMI Medan sudah baik, sekolahnya juga sudah baik serta sesuai dan siswanya juga cukup baik.

Sedangkan Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.MSi menyebutkan sistem pendidikan AMI Medan telah memenuhi standar sesuai Standar Training Sertification and Watch Keeping.“ Dengan adanya audit ini, maka AMI Medan dibuktikan adalah swasta yang telah menerapkan sistem yang telah ditentukan oleh STCW 2010. Ini artinya, AMI Medan telah sesuai standar sebagai satu satunya akademi maritim swasta di Pulau Sumatera,’ ucapnya.

Dia juga mengemukakan, dengan demikian AMI Medan bisa menyelenggarakan pendidikan dan Ujian Keahlian Pelaut (UKP), di kampus sendiri. Approval ini sendiri telah diperoleh AMI Medan sejak beberapa tahun lalu dan approval yang baru ini akan berlaku 5 tahun kedepan. ‘Kita mengharapkan dengan approval ini, standarnya sudah sama,” kata dia.

Sedangkan Radzaman, dari Direktorat Perhubungan Laut (Dirjen Perla) mengemukakan, pihaknya melalui audit standarisasi dari ketentuan STCW 1978 Amandemen 2010 dan system pendidikan nasional sebagaimana Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Lebih lanjut dia mengemukakan, ada delapan standar berkaitan dengan itu, yakni standar isi, proses, pendidikan, kompetensi lulusan, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan pendidikan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.

Dia juga menjelaskan, dari delapan standar itu, AMI Medan sebagaian besar sudah baik, tinggal hanya bagian-bagian kecil saja yang perlu diperbaiki.

“Pastinya kami datang setiap tahun guna melakukan Assesment untuk memenuhi delapan standar tersebut, dan ketentuan STCW 78 Amandemen 2010 untuk menjaga mutu pendidikan kepelautan sehingga bisa mendapatkan sertifikat approval dari Dirjen Perhubungan Laut,” kata Radzaman.

Dia juga menyebutkan, tiap tahun dilakukan Audit Assesment. Sementara, secara internal, AMI Medan sendiri melakukan internal audit sehingga tetap bersama-sama menjaga mutu. Selain mendapatkan ISO (International Standar Organization) 9001/2008 internasional standar, juga dari BAN PT telah memperoleh sertifikat untuk akreditasi program Diklat dan lembaga Diklat.

“AMI Medan sudah banyak membuka dan melanjutkan program Diklat sesuai ketentuan STCW 2010,” katanya.

Sedangkan Direktur AMI Medan, Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.MSi menyebutkan, bahwa hal itu membuktikan AMI Medan benar-benar berkomitmen dalam STCW (Standar of Training Certification and What Keeping for Sea Farer) 2010.

Sementara, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim (YPM) Medan, Dr. Yuris Danilwan, SE, M.Si menyebutkan, kedatangan tim audit dari Dirjen Perla adalah untuk memperpanjang Approval AMI Medan.

Dr. Yuris Danilwan, SE, M.Si menyebutkan, diharapkan dengan perpanjangan approval tersebut dapat lebih meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di AMI Medan sesuai dengan apa yang dicita-citakan.