Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan Meresmikan Full Mission Engine Room Simulator


Sebagai upaya untuk memenuhi standar internasional dalam pengembangan pendidikan, Akademi Maritim Indonesia Medan melengkapi fasilitas kuliah yakni Full Mission Engine Room Simulator yang terkoneksi dengan Full Mission Bridge Simulator. Pengadaan simulator ini sebagai implementasi STCW 2010.

Full Mission Engine Room Simulator adalah untuk menambah fasilitas yang sudah ada yakni Full Mission Bridge Simulator. Alat yang baru ini akan lebih memberikan pemahaman kepada taruna dalam mengoperasionalkan kapal, dan satu-satunya di Sumatera. Sehingga kedepan mampu bersaing dengan taruna asing.

“Dengan hadirnya Full Mission Engine Room Simulator ini diharapkan akan melahirkan taruna yang professional dengan memiliki pemahaman luas dan siap bersaing dengan pelaut internasional,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementrian Perhubungan diwakili Capt. Asnan Rohadi MM, dalam acara peresmian Full Mission Engine Room SimulatorAMI Medan, Sabtu (7/!!) di Kampus Ami Medan Jalan Bridgjend Bejo/Pertempuran Pulo Brayan Medan.

Dalam acara itu Capt. Asnan Rohadi, MM memberikan apresiasi pengurus Yayasan Ami Medan yang bekerja keras dalam upaya peningkatan sumber daya manusia taruna. “Saya menilai apa yang dilakukan Yayasan AMI luar biasa hingga menempatkan posisi AMI dalam penilaian baik,” kata Asnan Rohadi.

Disebutkan, apresiasi yang diberikan sangatlah beralasan. Karena AMI Medan terus berupaya mengembangkan diri dalam upaya meningkatkan sumber daya. Sehingga AMI Medan mampu bersaing hingga taraf internasional. Dengan demikian AMI Medan akan lebih mudah untuk mendapatkan approval.

Usai meninjau ruang perkuliahan, Asnan Rohadi mengaku kagum dan salut. Karena AMI Medan memiliki fasilitas praktik yang lengkap. Begitu juga alat simulator adalah milik sendiri dan dibeli tanpa bantuan dari pemerintah.

Ketua Pembina Yayasan Dr. Yuris Danilwan, SE, M.Si mengakatan, Full Mission Engine Room Simulator dibeli murni anggaran yayasan dari Newdelhi India.

Dia Berharap AMI Medan yang sudah 54 tahun dan sebentar lagi akan melakukan Dies Natalis ke 55, telah mengembangkan reputasinya dibidang pendidikan dan pelatihan pelayaran dalam membangun kejayaan sumber daya manusia pelayaran internasional dan nasional dari Sumatera Utara. Sehingga AMI Medan mendapat pengakuan dari Internasional Maritime Organisation (IMO).

Dikatakan Yuris, hadirnya alat simulator yang baru ini diharapkan dapat menjadikan AMI Medan sebagai pusat pendidikan dan latiham calon perwira pelayaran niaga yang professional dan bertaraf internasional.

Sementara Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting, M.Mar, dalam sambutannya mengatakan, dalam petunjuk teknis pengesahan approval program diklat kepelautan untuk mendapatkan sertifikat ATT III atau ANT III, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah simulator.

“Kami bersyukur pada hari ini AMI Medan telah memiliki Full Mission Engine Room Simulator yang intergarted dengan Full Mission Bridge Simulator,” ujar Dafid Ginting.

Hadir dalam acara itu Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut, Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan Maritim (YPM) Mazwir Sani, Ketua Pengurus Yayasan (YPM) Surya Putra Sani, SE, Konsulat India Medan, dan ARI Simulator India.