Kemenristekdikti Komit Bantu Pendidikan Vokasi di Sumut


Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D, Ak mengatakan, pemerintah serius memperhatikan kemajuan pendidikan vokasi si Sumatera Utara, khususnya yang dikelola oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

            “Jangan lagi ada anggapan bahwa pemerintah hanya member perhatian serius kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saja,” kata Mensristekdikti dihadapan mahasiswa dan civitas akademika saat perayaan Dies Natalis ke-57 Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan, sekaligus meresmikan gedung baru di kampus Jl. Brigjend Bejo d/h Pertempuran No. 125 Pulo Brayan Medan, Sabtu (25/11) malam.

            Kata Prof. Mohammad Nasir, PTS dan PTN tidak ada bedanya. Semua perguruan tinggi menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, AMI Medan telah banyak membuat langkah maju untuk pendidikan vokasi di Sumatera Utara.

            “Saya kagum dengan AMI Medan yang telah memiliki sarana dan prasarana lengkap sesuai aturan International Maritime Organizasion (IMO), seperti Engine Room Simulator dan Full Mission Bridge Simulator. Ini sebagai bukti keseriusan AMI dalam mempersiapkan lulusannya untuk memiliki kompetensi sesuai standar internasional,” ujarnya.

            Hadir pada acara itu Dirjend Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumut Prof. Dian Armanto, Rektor USU Prof. Runtung Sitepu, Rektor Universital Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNU-SU) Prof. Ahmad Rafiqi Tantawi, Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.Si dan anggota DPRD Medan Ahmad Arifin.

            Menteri mengisyaratkan, agar AMI segera meningkatkan ke program Diploma IV, sehingga bisa statusnya menjadi Politeknik. “Saya terus mendorong pendidikan vokasi menjadi pendidikan yang kuat dan terdepan di Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Dr. Yuris Danilwan, SE, M.Si, Ph.D mengatakan, kehadiran Menristekdikti ke kampus AMI, mengindikasikan sangat strategisnya pendidikan vokasi. Dia mengaku bangga karena dalam perjalanan sejarah 57 tahun AMI Medan baru kali ini dikunjungi menteri.

Disebutkannya, visi AMI Medan menjadikan pendidikan pelayaran niaga yang professional dan bertaraf internasional. Misi pertama kita adalah menyelenggarakan pendidikan maritime yang mengacu kepada konvensi IMO Standards Of Training Certification and Watchkeeping (STCW) 1978 dengan amandemen serta regulasi nasional yang berlaku.

Dalam memenuhi aturan IMO, Yuris mengaku persyaratannya sangat berat. Tapi syarat itu sudah bisa dipenuhi, yakni AMI Medan sudah memiliki Full Mission Bridge Simulator seharga 6 Miliar pada 2011, dan tahun 2015 melengkapi fasilitas Engine Room Simulator seharga 5 miliar.

Misi lain, lanjutnya, AMI Medan menerapkan sistem penjaminan mutu internal dengan pengawasan pengendalian dan penyelenggaraan secara terus menerus, sehingga dapat dievaluasi dan divalidasi secara berkala oleh pihak eksternal. Sehingga AMI Medan telah memperoleh sertifikat penjaminan mutu internal. (cwan/B)