Pelaut Wajib Berijazah Berbasis STCW


STANDARDS of Training, Certifitation and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila 2010, sebelum amandemen 2010 Konvensi Internasional STCW mengalami perubahan fundamental pada 2005. “Secara efektif mulai 1 Januari 2017, pelaut yang berijazah dibawah ketentuan STCW Amandemen Manila 2010 tak diizinkan berlayar, “kata Capt. Yan Riswandi, MSC saat memberikan kuliah umum di kampus Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan, Rabu di kampus Jalan Brigjend Bejo, Pulo Brayan Medan.

Disebutkan Riswandi, sebagai anggota International Maritime Organitation (IMO), Indonesia wajib menyesuaikan diri memenuhi kualifikasi IMO Whitelist saat menerapkan STCW 1995. Seiring perkembangan kualifikasi pelaut yang diatur dalam STCW hasil Amandemen 2010, RI menargetkan diri dapat menerapkannya secara penuh pada 2014.

“Seiring banyaknya pelaut yang bekerja di perusahaan nasional atau Internasional sehingga harus ditingkatkan kualitasnya sesuai standar kompetensi internasional, “kata Riswandi.

Ketua Pembina Yayasan AMI Medan, Dr. Yuris Danilwan, SE, M.Si, Ph.D, didampingi Direktur Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.Si, mengatakan, memberlakukan aturan STCW terbaru bukan perkara sederhana. Namun demikian, lanjutnya sebagai perguruan tinggi yang akan melahirkan calon-calon Ahli Madya Pelayaran Niaga, mau tidak mau harus mengikuti aturan yang diberlakukan secara internasional itu.

“Maka kuliah umum ini adalah salah satu usaha untuk mempersiapkan calon pelaut yang bekerja di luar negeri sesuai standar yang diterapkan  STCW.

Disebutkan Yurus, update yang akan dilakukan pihaknya diantaranya meliputi peningkatan kompetensi mahasiswa dengan melengkapi sarana dan prasarana belajar, salah satunya adalah melengkapi fasilitas kuliah yakni Full Mission Engine Room Simulator yang terkoneksi dengan Full Mission Bridge Simulator. “Pengadaan simulator ini sebagai implementasi STCW 2010”.

Amandemen Manila 2010 ini mulai berlaku secara perlahan pada 1 Januari 2012 dan penerapannya secara efektif dilakukan mulai 1 Januari 2017. “Kuliah umum ini merupakan langkah sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait penerapan amandemen STCW Manila 2010, untuk menyesuaikan ijazah pelaut sesuai standar IMO, “ujar Yuris Danilwan.

Diharapkan, alumni AMI Medan betul-betul sesuai dengan kriteria amandemen STCW Manila 2010, sehingga akan lebih mudah untuk bersaing di dunia kerja, khususnya pada pelayaran niaga internasional.